Wakil Walikota Depok Mundur Seperti Diki Chandra

23 Jan 2013

Suhu politik di Kota Depok semakin memanas, baru kemaren terjadi kehebohan pada sidang paripurna DPRD Kota Depok, Kegaduhan itu terjadi didalam ruangan sidang paripurna yang dilakukan oleh salah satu LSM Kota Depok, dan berteriak keras memprotes kehadiran Nur Mahmudi Ismail selaku Walikota Depok yang dianggap tidak pantas menduduki kursi Walikota Depok karena status hukumnya masih bermasalah, akibat putusan Mahkamah Agung menerima hasil gugatan Partai Hanura terkait keabsahan dukungan pada salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota Depok, Saat ini DPRD Kota Depok juga sudah mengirim surat ke Mendagri untuk segera menetapkanPlt Walikota sambil menunggu proses pemilukada ulang.

Gayung pun bersambut, sehari setelah insiden digedung DPRD yang sangat memalukan bagi Walikota Depok, tiba-tiba muncul pernyataan sikap dari pendukung Wakil Walikota Depok yang tergabung dalamTim Relawan Idris Abdul Somad (TRIAD) yang mendesak agar Wakil Walikota Depok lebih baik mundur seperti mundurnya Wakil Bupati Garut Diki Chandra.

Alasan yang disampaikan oleh pendukung Wakil Walikota ini adalah, adanya suasana yang tidak sehat lagi dan tidak kondusif dilingkungan Pemerintahan Kota Depok, kami kasihan sama Pak Idris Abdul Somad yang tidak diorangkan lagi oleh Walikota Depok, sejak diangkat menjadi Wakil, Pak Idris tidak pernah dikasih kewenangan tugas yang jelas. Demikian disampaikan oleh Hendi Hidayat selaku Ketua Tim Relawan Idris Abdul Somad (TRIAD).

Lebih jauh dijelaskan, Hendi juga menyesalkan tidak pernah dilibatkannya Wakil Walikota dalam penempatan mutasi pejabat dilingkungan pemerintah Kota Depok, Sangat ironis kalau sampai Wakil Walikota sama sekali tidak tahu adanya penempatan mutasi jabatan dilingkungan kerjanya, dengan tegas hendi mengatakan kalau Walikota Nurmahmudi ismail terlalu arogan, merasa dirinya paling mampu dan tidak memerlukan Wakil walikota untuk mendampinginya dalam pembagian tugas yang jelas dalam tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Depok.

Atas dasar pertimbangan ituTRIAD meminta mendesak agar Idris Abdul Somad mundur dari jabatannya sebagai Wakil Walikota Depok, kasus mundurnya Wakil Bupati Garut mungkin bisa menjadi contoh, bagaimana kalau seorang wakil merasa tidak diorangkan sama sekali oleh atasannya.

Mengingat saya sangat dekat dengan beliau, terkadang bila ada waktu luang sering berdiskusi diruangannya, maka ketika membaca Koran lokal hari ini dengan berita headline adanya desakan mundur dariTim Relawan Idris Abdul Somad, saya hanya bisa mengelus dada. Ternyata isu yang berkembang dilingkungan Kota Depok benar adanya

Karena faktanya bukan hanya Idris Abdul Somad saja yang tidak di berdayakan, banyak pejabat-pejabat yang lain yang tidak sepaham pasti akan disingkirkan padahal masih banyak posisi di eselon II dan III yang masih kosong di Kota Depok misalkan sampai hari ini jabatan kepala Dinas pendidikan masih kosong padahal kondisi kosong ini sudah berlangsung sejak penerimaan siswa baru tahun 2012 yang lalu dan sempat menghebohkan publik karena mundurnya kepala Dinas Pendidikan Kota Depok ini akibat tekanan yang sangat luarbiasa.

Kini publik sedang menunggu, beranikah Idris Abdul Somad mengundurkan diri jadi Wakil Walikota Depok, kalau benar ini terjadi maka semakin panas saja suhu politik di Kota Depok yang memang sudah lama sangat bergejolak terkait adanya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota Depok pada pemilukada yang lalu.

Berita Terkait :

* Kualitas Hidup Masyarakat Jawa Barat Rendah


TAGS Wakil Walikota Depok Mundur Seperti Diki Chandra


-

Author

Follow Me