• 30

    Sep

    Walikota Depok Ingin Menghilangkan Sejarah

    Ada sebuah anekdot yang sering terdengar di masyarakat kita, baik melalui kicauan di dunia maya maupun di dunia nyata, anekdot itu berkisah tentang sebuah masjid yang ada di suatu kampung. Anekdot itu berbunyi : Ketika kedatangan orang-orang NU yang mengurus masjid, paling-paling yang hilang cuma sandal. Dan ketika kedatangan orang-orang Muhammadiyah yang mengurus masjid, paling-paling yang hilang cuma do’a qunut waktu sholat shubuh dan tahlilan. Tetapi, ketika kedatangan orang-orang PKS yang mengurus masjid maka mereka harus bersiap-siap untuk kehilangan masjidnya. Anekdot ini sepertinya sangat pas dengan kondisi yang terjadi di Kota Depok dibawah pimpinan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sepak terjang PKS, lebih lengkapnya b
-

Author

Follow Me